
Track
To You in a Distant Place Whose Name I Don't Know

Project Around Surround
Deskripsi
Sebentuk karya instrumental yang memadukan sitar tradisional Nepal dengan desain suara modern. Berpusat pada permainan sitar musisi Nepal Ritesh Maharjan, dengan produser Korea Kang Kyungdeok dan Park In turut serta, lagu ini memadukan instrumen tradisional Timur dengan suara elektronik modern untuk membuka kemungkinan musikal baru. Track ini dimulai dengan suasana damai seperti berdiri di pantai Jeju yang sunyi lalu perlahan terbuka menjadi lanskap bunyi yang lebih luas. Sitar mistis Ritesh menjadi pembuka, disusul desain suara Kang yang teliti dan inovatif, sementara permainan dan produksi halus Park In menambah kedalaman, menuntun pendengar ke dunia emosi yang lebih kaya.
Kredit

Jeong Jinseok
Deskripsi
Jeong Jinseok, yang dijuluki 'bintang Soseong-ri', awalnya belajar seni rupa. Setelah tragedi kapal feri Sewol, ia menyesali diri karena mengabaikan isu sosial lalu mulai bermusik dan tampil dalam solidaritas di banyak peristiwa sosial. Ia menyaksikan kekerasan di Soseong-ri saat rencana penempatan THAAD diumumkan serta penghinaan terhadap para nenek setempat. Ia memindahkan alamatnya ke Soseong-ri, menjadi warga sungguhan, membantu berbagai pekerjaan, dan memutuskan berdiri bersama para lansia yang menderita akibat negara yang tak bertanggung jawab, demi memperjuangkan perdamaian. Hampir delapan tahun berlalu dan solidaritasnya terus berlanjut. Lagu blues ini dengan humor membongkar ironi pangkalan THAAD yang dipaksakan dengan kekerasan negara di sebuah desa damai kecil yang alamatnya justru di California. Dengan dialek Gyeongsang yang earthy dan irama kasar namun hidup, ia menunjuk pada arah baru blues Korea.
Lirik
Melaju di jalan lurus yang panjang, kau berbelok di sebuah tikungan Di sepanjang jalan sempit, rumah-rumah desa tersebar di lembah Melewati sawah seluas telapak tangan, beberapa rumah kaca yang cukup besar Desa yang kau temukan bukan tempat biasa - pegunungan membulat penuh tenaga, suara air dan angin terasa menyegarkan Lihat orang yang berjalan itu - selangkah demi selangkah, seluruh gunung berguncang Meski tubuhnya kurus, wajahnya bersinar Sebuah desa pegunungan sejati - tak ada jejak kota Lembah demi lembah, parit dan aliran, air lembah, air anak sungai, udara jernih menyambutmu Desa indah ini bernama Soseong-ri Pangkalan THAAD datang, dibawa orang-orang dari seberang laut Melewati puncak Ummallae, THAAD Amerika masuk Polisi negeri ini, dengan pentungan, memukuli nenek dan kakek kami Pangkalan yang masuk itu - alamatnya adalah California Di sana, di seberang Samudra Pasifik, daratan raksasa menjulang Gulung celanamu dan masuklah - selamat datang di Hotel California Tapi apa ini - di sini pun California? Apakah tanah ini milikmu, apakah tanah ini milikku? Tanah ini bukan milikmu, tanah ini milikku Apakah tanah ini milikmu, apakah tanah ini milikku? Tanah ini bukan milikmu, tanah ini milikku Tanah ini bukan milikmu, tanah ini milik kita Sebuah desa pegunungan sejati - tak ada jejak kota Lembah demi lembah, parit dan aliran, air lembah, air anak sungai, udara jernih menyambutmu Desa indah ini bernama Soseong-ri
Kredit

Gelombang
05:06Kim Dongsan
Deskripsi
'Gelombang' dibuka oleh suara kuat band Blueeewoot, seketika menarik pendengar masuk. Keyboard Ryu Jooncheol, bass Lee Inwoo, dan drum Kim Yejun menciptakan warna rock yang tebal, mengingatkan pada karya-karya Crosby, Stills, Nash & Young tahun 1970-an. Liriknya dimulai dari 'orang-orang dalam kenangan yang cemerlang' dan membandingkan masa lalu dengan masa kini, menyentuh kekerasan peradaban modern serta keterasingan manusia secara halus. Baris 'hanya asap abu-abu dan air mata berulang seperti roda' menyiratkan tragedi yang dibawa peradaban teknologi; pertanyaan 'apa itu keindahan' yang naik bersama bunyi berat mengajak kita merenungkan relasi peradaban dan alam, runtuhnya komunitas, serta peran seni.
Lirik
Di dalam kenangan yang cemerlang, orang-orang itu Semua mengenakan pakaian yang sama Kami mengadakan perayaan besar Saat tawa berlalu dan api unggun padam Hanya asap abu-abu dan desahan Hanya asap abu-abu dan air mata Saat semuanya berlalu, hal yang sama Berulang seperti roda Laguku dan airmu Mengalir ke dalam gelombang itu Berapa kali harus aku menangis dan menangis lagi Agar bertemu denganmu di dalam diriku Aku bertanya padamu Kau bertanya padaku Apa itu keindahan Saat semuanya berlalu, kesedihan yang sama Berulang seperti roda Laguku dan airmu Mengalir ke dalam gelombang itu
Kredit

Namsu
Deskripsi
Sebuah lagu yang memeluk solidaritas bagi mereka yang menderita dalam perang di Ukraina dan Palestina. Garis piano yang halus dan vokal hangat menyanyikan kemanusiaan yang terhubung melampaui batas. Namsu menyampaikan salam kepada mereka di tempat-tempat perang yang jauh, mendoakan keselamatan dan perdamaian.
Lirik
Jika angin yang sama ada di dalam dirimu dan diriku (maka) Kita tengah menginginkan dunia yang sama dari jauh (kita) Untukmu yang tak tahu namaku (halo) Untukmu yang tak tahu wajahku (halo) Untukmu di tempat jauh yang namanya tak kutahu (halo) Untukmu di tempat jauh yang wajahnya tak kukenal (halo)
Kredit

TRANSISI
4:32Caru
Deskripsi
Sebuah lagu yang dipenuhi perenungan mendalam Caru dan harapan. Dimulai dari kecemasan dan ketakutan di masyarakat modern, lalu berjalan melalui pertumbuhan pribadi, pergeseran cara pandang, dan akhirnya menuju harapan akan perdamaian dan transisi. Liriknya berbicara tentang ancaman nuklir dan debu yang menutupi udara, sementara suara seorang guru mendorong kita melihat dunia dengan pandangan jauh. Kita adalah tetes gelombang, ulat yang akan menjadi kupu-kupu, dan lagu ini berakhir dengan seruan kuat untuk transisi.
Lirik
Aku takut pada dunia Rasanya seperti hutan yang menyala Bom nuklir yang bisa meledak kapan saja, dan debu cokelat menutupi udara Guruku di seberang laut yang jauh berkata Nak, dunia sedang berubah Suara yang kau dengar bukan hanya milikmu; itu adalah doa dunia Kita adalah tetes-tetes gelombang Resonansi yang kau rasakan bukan hanya kegelisahanmu sendiri Satu dari miliaran tetes yang merasakan gelombang di lautan luas Aku merasa dunia suram Seperti lokomotif yang kehilangan kemudi Ada begitu banyak yang ingin kulindungi, tetapi aku lebih kecil daripada Daud Di pegunungan yang dalam guruku berkata Nak, lihatlah dunia dengan mata yang jauh Dengarkan detak kehidupan yang berlari sejak sebelum kau lahir Kita adalah seekor ulat Kita hidup sekarang memakan pepohonan Namun jika kita menjalani waktu kepompong dengan benang kesedihan dan kerinduan, kita akan mekar menjadi kupu-kupu Aku memutuskan untuk menjadi kuat Aku tidak akan menutup mataku yang perih Mengakui keterbatasanku, aku memilih untuk hidup Aku memutuskan untuk memegang harapan Dari pandangan seekor kura-kura yang hidup lima ratus tahun Kita telah berkembang, dan kini kita akan bertransisi Kekuatan transisi! Damai bagi dunia, hati manusia, budaya yang lain Temukan yang sungguh penting, menuju dunia lain Damai bagi dunia, hati kehidupan, peradaban yang lain Temukan yang sungguh penting, menuju dunia lain
Kredit

Kim In
Deskripsi
Sebuah lagu yang membawa pesan damai dengan motif bulan dan bintang. Lagu ini menawarkan renungan puitis tentang apa yang direnggut perang, berbalut bunyi akustik yang hangat. Dengan langit malam sebagai motif, lagu ini memohon berakhirnya perang dan mendoakan perdamaian bagi semua.
Lirik
Ia berlari untuk melihat bintang Cahaya yang tak terhitung Ada di sana Ia merasa asing Begitu banyak hal Telah hilang Bintang-bintang di langit itu pasti mengingat Semua duka dan sukacita kita Jika aku bisa berbagi lagi denganmu Sekeping bulan yang beraroma hangat Oh bintang-bintang di luar jangkauan Tolong dengarkan doaku Tolong biarkan perang ini Berakhir Aku akan mengingat malam Saat kita menyandarkan bahu bersama Aku sungguh berharap dan menunggu Untuk kedamaianmu, untuk kedamaian semua
Kredit

MoredoSaturday
Deskripsi
Sebuah remake dari lagu Emma Ringqvist, himne solidaritas untuk perempuan di Gaza. Aransemen folk menonjolkan harmoni More dan Doto. Vokal More yang sejuk dan ringan bertemu rentang rendah Doto yang hangat, menyampaikan pesan damai yang hening namun tegas.
Lirik
Kami melepas sauh dan berlayar dari pantai Spanyol di perahu kami Zaytouna Olive, itulah namanya Dan zaitun adalah simbol dari tempat yang jauh ke sana kami arahkan haluan menyeberangi ombak Kami tiga belas perempuan di sini berlayar dengan damai di tangan menuju para saudari kami di negeri asing ini Dari banyak penjuru dunia kami datang untuk membawakan padamu kebebasan sebuah lagu Kami akan berlayar demi kebebasanmu, saudari-saudari kami di Palestina Kami takkan pernah diam sampai kalian bebas Kami dibimbing cahaya bintang di malam hari dan kekuatan laut yang begitu terang Saat dunia memandang kami, kami membawa suara perempuan dengan pesan bahwa kita semua berhak memilih Nenek-nenekmu menanam pohon zaitun Di tanah ini tempat kalian seharusnya hidup dalam damai Pohon-pohon berusia seribu tahun itu telah dicabut Semoga putri-putrimu menanam pohon baru dan menjaganya tetap tumbuh Kami akan berlayar demi kebebasanmu, saudari-saudari kami di Palestina Kami takkan pernah diam sampai kalian bebas Kami akan berlayar demi kebebasanmu, saudari-saudari kami di Palestina Kami takkan pernah diam sampai kalian bebas
Kredit

Leaves
Deskripsi
Sebuah lagu yang menggambarkan interaksi antara dunia batin dan luar, beraroma folk serta membawa pesan harapan dan solidaritas. Harmoni yang halus dan lirik yang dalam sangat menonjol. Lagu ini menyampaikan pesan damai dan harapan melalui suara lembut Leaves.
Lirik
Di duniaku, sedih dan gembira Datang, pergi, dan tinggal sejenak Di duniamu, gambar-gambar yang kita lihat Terlewat, namun semakin pudar Hati dan langkah seseorang Menjadi angin di seluruh dunia Cinta dan damai, meski tak terlihat, Ada pada hal-hal di depan mataku, di hatiku Semoga setiap hati sampai ke tempat itu Aku akan berdoa dan bernyanyi
Kredit

Yeoyu
Deskripsi
Sebuah lagu tentang pengembaraan dan pertumbuhan anak muda, serta kerinduan akan hidup yang damai. Ia mengekspresikan sisi-sisi abadi dunia dan kerinduan manusia melalui perpaduan folk dan elektronik. Lagu ini membawa pesan damai dan harapan.
Lirik
Hari lain memudar seperti ini Hari untuk pergi tidaklah jauh Dua puluh empat masih jauh, kan Hari lain akan datang Aku juga akan merindukan lingkungan ini Orang-orang yang sibuk ke sana kemari Semoga mereka bahagia meski tanpa uang Untuk malam yang romantis Orang-orang tak tahu Betapa muda dan bodohnya aku Aku ingin hidup Murni seperti batu dan air Aku berangkat, ke tempat yang jauh Setelah masa air mata Angkat gelasmu, kawan Untuk malam Seoul Orang yang memberi buku sebagai hadiah ulang tahun Membangun rumah di atas gerobak Orang yang tenggelam dalam budaya hippie Menjadi pekerja layanan publik Kalian semua tahu Betapa muda dan bodohnya aku Tumbuhlah dengan baik dan makanlah dengan baik Di tempat kalian masing-masing berdiri Aku berangkat, ke tempat yang jauh Setelah masa air mata Angkat gelasmu, kawan Untuk malam Seoul Aku berangkat, jauh ke Jeju Tempat orang yang kucintai tinggal Hiduplah dengan baik, kawan Untuk hidup yang mengembara Angkat gelasmu, kawan Untuk malam Seoul
Kredit

Deskripsi
Sebuah lagu di mana vokalis jazz MOMO mengajukan pertanyaan tajam tentang kontradiksi dan kekerasan masyarakat modern. Dengan mengulang satu baris tanpa henti, lagu ini mengajak refleksi atas kebekuan dan keheningan kita di era ini. Vokal dan kontrabas membangun suasana tegang, dan aransemen minimalis menajamkan pesan.
Lirik
Jika ini bisa ditoleransi, apa yang tak bisa? Mengapa kita menanggung bencana jika kita begitu bebas?
Kredit

Jai x HANASH
Deskripsi
Terinspirasi dari kisah seorang gadis yang kehilangan lengan akibat pengeboman. Vokal liris penyanyi-penulis lagu Jai dan bunyi eksperimental produser elektronik HANASH menciptakan atmosfer yang unik. Lagu ini mengungkap kekejaman perang sekaligus membawa pesan damai dan solidaritas.
Lirik
Aku melihat foto seorang gadis berjaket padded merah muda, tersenyum cerah Dan di halaman berikutnya aku melihat gadis berjaket padded merah muda itu, dengan satu lengan hilang Perang adalah sakit Duka dalam perang Gadis itu bertanya apakah ia boleh memiliki lengan buatan berwarna merah muda bernoda bunga Ia berkata itu bukan karena ia jahat, dan rasa sakit itu disampaikan bersama senyum sang anak Perang menciptakan sakit Anak-anak terluka di dalamnya Perang meninggalkan penderitaan Anak-anak terluka di dalamnya, begitu saja Perang adalah sakit Duka dalam perang Dalam kekerasan perang Anak-anak terluka
Kredit

Kita
5:28Lee Seoyoung
Deskripsi
Penyanyi-penulis lagu Lee Seoyoung menangkap kerinduan universal manusia akan cinta, perdamaian, dan kebebasan. Diinterpretasi ulang sepuluh tahun setelah digubah saat kuliah, lagu ini terinspirasi oleh sebuah terowongan di pegunungan. Berpusat pada piano dan vokal, aransemen diperkaya dengan gitar elektrik, bass, dan flugelhorn.
Lirik
Kita hidup memegang duri Kita berjalan seolah dada kita tertusuk Kita menginginkan damai tanpa menyadarinya Bahkan ketika napas tercekat sampai dagu, kita tetap bersikeras hidup Kita Menginginkan kebebasan Kita, kita Menginginkan damai Duka lebih dari suka Dekat dengan tempat ini Kebalikan dari kesepian Tak ada di sini Kita Menginginkan cinta Kita, kita Menginginkan damai Kita hidup memegang duri Kita berjalan seolah dada kita tertusuk Kita menginginkan damai tanpa menyadarinya Bahkan ketika napas tercekat sampai dagu, kita tetap bersikeras hidup Kita Menginginkan kebebasan Kita, kita Menginginkan damai Duka lebih dari suka Dekat dengan tempat ini Kebalikan dari kesepian Tak ada di sini Kita Menginginkan cinta Kita, kita Menginginkan damai
Kredit

Tak Dikenal
4:22MoredoSaturday
Deskripsi
Sebuah lagu autobiografis yang lahir dari gerakan anti-pangkalan angkatan laut di Desa Gangjeong, Jeju. Ditulis oleh aktivis perdamaian sekaligus musisi More dan Doto berdasarkan pengalaman hidup empat tahun di Gangjeong, lagu ini menangkap keseharian para aktivis yang melangkah sedikit demi sedikit menuju masa depan yang tak dikenal.
Lirik
Aku berjalan di jalan yang tak seorang pun tahu Aku menari tanpa seorang pun tahu Tak seorang pun tahu hari-hari kita Pemandangan di luar jendelaku (jendelamu) yang tak seorang pun tahu Bahkan saat aku bergerak, rasanya seperti tetap di tempat Meski jarak antara kau dan aku terasa jauh Pemandangan di sekitar kita perlahan berubah Dengan satu langkahmu Ahhh Aku berjalan mengikuti hati yang pernah kita temui Aku mengingat wajah yang tertawa Aku menyimpan hangatnya dua tangan yang kita genggam La la la la, la la Jika kau mengikuti cinta Suatu hari kau akan sampai Meski kau takut membicarakan cinta Kita punya gerak yang kita bagi Kita punya lagu untuk dinyanyikan bersama Kita punya lagu untuk dinyanyikan bersama